Tentang

Literasi AI, bukan larangan AI

Siswa Indonesia sudah memakai AI setiap hari — untuk tugas, untuk mencari jawaban, kadang untuk curhat. Minervas dibangun untuk guru dan orang tua yang tahu melarang tidak akan berhasil, dan ingin siswanya paham persis apa yang sedang mereka pakai.

Kenapa ini penting sekarang

Keluaran AI paling meyakinkan justru ketika keliru — model bahasa dilatih memprediksi kalimat yang terdengar masuk akal, bukan memverifikasi kebenarannya. Siswa yang tidak tahu bedanya akan menyerahkan tugas yang rapi tapi salah, dan gurunya jarang sempat memeriksa setiap sumbernya.

Di sisi lain, wajah siapa pun bisa ditempel ke tubuh orang lain dalam hitungan detik, dan satu prompt bisa membuat ujaran kebencian terdengar meyakinkan. Batas antara bercanda dan mencelakai orang jadi kabur — dan jarang ada yang mengajarkan siswa di mana batas itu sebelum mereka melewatinya.

Lima area, bukan satu

Minervas membagi literasi AI ke lima area: dasar cara kerja AI dan kenapa jawabannya bisa salah, privasi data yang diserahkan ke layanan AI, konten berbahaya seperti deepfake dan ujaran kebencian, kejujuran akademik saat memakai AI untuk tugas, dan kesejahteraan emosional saat AI dijadikan tempat curhat.

Setiap soal kuis dan setiap topik forum dipetakan ke salah satu dari lima area ini — bukan label dekoratif, tapi nilai kolom yang sama dipakai untuk menyaring dan melaporkan datanya.

Cara kerjanya

Kuis benar-salah dengan penjelasan yang muncul setelah setiap jawaban — termasuk saat jawabannya benar, karena skor bukan intinya. Yang diukur adalah apakah alasan siswa berubah setelah membaca penjelasannya.

Forum tempat pertanyaan dibahas bersama, dengan AI yang bertugas bertanya balik, bukan memberi jawaban. Ia menahan pendapatnya sendiri sampai siswa sudah bernalar lewat beberapa putaran — dan kalau seorang siswa menyinggung tekanan berat atau keinginan menyakiti diri sendiri, AI berhenti bertanya balik dan langsung mengarahkannya ke orang dewasa terpercaya dan layanan konseling SEJIWA.

Papan skor yang menghitung keduanya, supaya belajar sendiri dan membantu teman diskusi dihargai setara.

Dibuat dwibahasa sejak awal

Setiap pertanyaan dan penjelasan ditulis dalam bahasa Indonesia dan Inggris, disimpan berdampingan, dan tidak bisa diterbitkan kalau salah satu bahasa kosong. Siswa yang belajar dalam bahasa Indonesia tidak mendapat versi terjemahan seadanya.